I. Pendahuluan
Pembagian merupakan salah satu operasi dasar matematika yang penting untuk dipahami siswa kelas 3 SD. Kemampuan memahami pembagian akan menjadi fondasi yang kuat untuk mempelajari materi matematika yang lebih kompleks di kelas-kelas selanjutnya. Artikel ini akan membahas berbagai contoh soal pembagian untuk kelas 3 SD, dijelaskan dengan detail dan disertai langkah-langkah penyelesaian yang mudah dipahami. Tujuannya adalah untuk membantu siswa kelas 3 SD dalam menguasai konsep pembagian dan meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal-soal pembagian dengan percaya diri.
II. Konsep Dasar Pembagian
Sebelum masuk ke contoh soal, mari kita ulangi konsep dasar pembagian. Pembagian pada dasarnya adalah proses membagi suatu jumlah (disebut dividend atau yang dibagi) menjadi beberapa bagian yang sama (disebut divisor atau pembagi). Hasil dari pembagian disebut quotient (hasil bagi). Simbol yang digunakan untuk pembagian adalah ÷ atau /.
Sebagai contoh, 12 ÷ 3 = 4 artinya 12 dibagi menjadi 3 bagian yang sama, dan setiap bagian berisi 4. Kita juga dapat melihat pembagian sebagai kebalikan dari perkalian. Jika 3 x 4 = 12, maka 12 ÷ 3 = 4 dan 12 ÷ 4 = 3.

III. Contoh Soal Pembagian Sederhana
Berikut beberapa contoh soal pembagian sederhana untuk kelas 3 SD, beserta langkah-langkah penyelesaiannya:
Contoh 1:
Ibu memiliki 20 buah apel. Ibu ingin membagi apel tersebut sama rata kepada 5 anaknya. Berapa buah apel yang diterima setiap anak?
Penyelesaian:
Jumlah apel = 20 buah
Jumlah anak = 5 orang
Apel per anak = 20 ÷ 5 = 4 buah
Jawaban: Setiap anak menerima 4 buah apel.
Contoh 2:
Pak Budi memiliki 15 ekor ayam. Pak Budi ingin memasukkan ayam-ayam tersebut ke dalam 3 kandang dengan jumlah yang sama. Berapa ekor ayam yang ada di setiap kandang?
Penyelesaian:
Jumlah ayam = 15 ekor
Jumlah kandang = 3 kandang
Ayam per kandang = 15 ÷ 3 = 5 ekor
Jawaban: Setiap kandang berisi 5 ekor ayam.
Contoh 3:
Siti memiliki 24 permen. Ia ingin membagikan permen tersebut kepada 4 temannya secara merata. Berapa permen yang diterima setiap teman Siti?
Penyelesaian:
Jumlah permen = 24 buah
Jumlah teman = 4 orang
Permen per teman = 24 ÷ 4 = 6 buah
Jawaban: Setiap teman Siti menerima 6 buah permen.
IV. Contoh Soal Pembagian dengan Sisa
Tidak semua pembagian menghasilkan hasil bagi yang bulat. Kadang-kadang, ada sisa setelah pembagian. Contoh berikut akan menjelaskan pembagian dengan sisa.
Contoh 4:
Andi memiliki 17 kelereng. Ia ingin membagi kelereng tersebut kepada 5 temannya secara merata. Berapa kelereng yang diterima setiap teman dan berapa sisa kelereng Andi?
Penyelesaian:
Jumlah kelereng = 17 buah
Jumlah teman = 5 orang
Pembagian: 17 ÷ 5 = 3 sisa 2
Jawaban: Setiap teman Andi menerima 3 kelereng, dan Andi memiliki sisa 2 kelereng.
Contoh 5:
Bu Ani memiliki 23 buah jeruk. Ia ingin memasukkan jeruk tersebut ke dalam 4 keranjang dengan jumlah yang sama. Berapa buah jeruk di setiap keranjang dan berapa sisa jeruk Bu Ani?
Penyelesaian:
Jumlah jeruk = 23 buah
Jumlah keranjang = 4 keranjang
Pembagian: 23 ÷ 4 = 5 sisa 3
Jawaban: Setiap keranjang berisi 5 buah jeruk, dan Bu Ani memiliki sisa 3 buah jeruk.
V. Contoh Soal Cerita Pembagian
Soal cerita pembagian membantu siswa untuk mengaplikasikan konsep pembagian dalam situasi sehari-hari.
Contoh 6:
Sebuah bis sekolah mengangkut 36 siswa. Jika bis tersebut memiliki 4 baris kursi, berapa siswa yang duduk di setiap baris jika jumlah siswa di setiap baris sama?
Penyelesaian:
Jumlah siswa = 36 orang
Jumlah baris = 4 baris
Siswa per baris = 36 ÷ 4 = 9 orang
Jawaban: Ada 9 siswa yang duduk di setiap baris.
Contoh 7:
Sebuah kotak berisi 48 pensil. Pensil tersebut akan dibagikan kepada 6 anak secara merata. Berapa pensil yang diterima setiap anak?
Penyelesaian:
Jumlah pensil = 48 buah
Jumlah anak = 6 anak
Pensil per anak = 48 ÷ 6 = 8 buah
Jawaban: Setiap anak menerima 8 buah pensil.
VI. Strategi Mengerjakan Soal Pembagian
Berikut beberapa strategi yang dapat membantu siswa dalam mengerjakan soal pembagian:
- Menggunakan tabel perkalian: Tabel perkalian sangat membantu dalam menyelesaikan soal pembagian. Dengan menghafal tabel perkalian, siswa dapat dengan cepat menentukan hasil bagi.
- Menggunakan gambar: Menggambar objek yang dibagi dapat membantu siswa memvisualisasikan proses pembagian dan memahami konsepnya dengan lebih baik.
- Memecah soal: Soal pembagian yang besar dapat dipecah menjadi beberapa soal yang lebih kecil dan mudah dikerjakan.
- Memeriksa jawaban: Setelah menyelesaikan soal, siswa perlu memeriksa jawabannya untuk memastikan kebenarannya. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan perkalian antara hasil bagi dan pembagi, lalu menambahkan sisa (jika ada). Hasilnya harus sama dengan yang dibagi.
VII. Kesimpulan
Pembagian merupakan operasi matematika yang penting dan perlu dipahami dengan baik oleh siswa kelas 3 SD. Dengan latihan yang cukup dan pemahaman konsep yang jelas, siswa akan mampu menyelesaikan berbagai soal pembagian dengan mudah dan percaya diri. Semoga contoh soal dan pembahasan dalam artikel ini bermanfaat bagi siswa kelas 3 SD dalam mempelajari materi pembagian. Ingatlah untuk selalu berlatih dan jangan ragu untuk bertanya jika mengalami kesulitan.



